Apa beda masa kekejaman BUZZER/Algojo/Petrus

Banyaknya kehadiran buzzer di youtube sebahagian memang sudah disetting dan dibayarkan oleh partai politik untuk terus berkicau sambil memperburuk dan memperkeruh keadaan, banyak masyarakat yang percaya malahan ada yang terhasut dengan kata-kata para buzzer dan “nah.. tuh..kan kenak dia..hahaha” “itulah perkataan buzzer sambil menikmati bermacam kesenangan mereka di jagat maya sambil nongkrongan membuat konten”.

berapa mereka dibayar?, mari kita lihat info belakangan yang disebutkan beberapa media ini;

dilansir dari CNBC bahwa buzzer politik Indonesia dibayar mulai dari Rp.1.000.000,- sampai dengan 50.000.000,- “tergantung paketnya proyek dan target program”.

“Uenak tenan..” begitulah senda dan gurauan dikala sudah menyelesaikan berbagai tugas dan aktifitas seorang buzzer.

dilansir dari Detik Finance bahwa; order yang diterima juga beragam tergantung proyeknya ada mulai dari 50juta sampai dengan 100juta.. memang siapa sih yang tak mau menjadi buzzer seperti ini, duduk dan tinggal mainkan Handphone sudah jadi itu buzzer pemula, dan sungguh enak sekali kerja tidak banyak mengeluarkan tenaga hanya bermodalkan handphone langsung bisa jadi buzzer, dan buzzerpun memiliki banyak rangkaian kelas, ada pemula, menengah, dan atas, serta profesional pada bidangnya.

Begitu murahnya politik Indonesia sehingga harus mengorbankan masyarakatnya sendiri untuk mendapatkan kekuasaan apapun itu dilakukan, tidak pandang waktu, uang, tenaga, dan pikiran, itulah haus kekuasaan, akal yang tidak sehat terus dipakai dalam dunia Politi Indonesia.

Jika zaman dulu masa orde kemerdekaan dan orde lama yang laris manis itu adalah pekerjaan algojo dan petrus, hal ini membuat pekerjaan mereka juga semakin banyak peminatnya di kalangan mereka yang jika diminta untuk mengeksekusi sesuatu hal dapat langsung dilakukan oleh algojo dan petrus, sementara petrus bisa jarak jauh maupun dekat atau menghilangkan suatu objek target dengan bekerjasama dengan algojo.

Banyak sekali dulu algojo dan petrus bekerjasama untuk mengsukseskan kekuasaan yang hanya mendukung satu pada oposisi partai saja, dan sekian lama sudah banyak terbunuh manusia yang sudah terbenam di dalam setiap tiang-tiang jenis berbagai macam pembangunan di Indonesia, dan sungguh tidak diketahui oleh siapapun orang sama sekali, dengan permainan rapi dan senyap tanpa jejak.

Jadi beda buzzer adalah bila berbicara berbohong, buzzer bila berjanji mengingkari, buzzer bila dipercaya berkhianat, dan lebih banyak tugasnya itu dibayar hanya untuk mengfitnah atau menyebarkan berita HOAX,

Algojo adalah orang yang dibayar untuk mengeksekusi langsung para targetnya dengan jarak dekat, dan biasanya dilakukan dengan cara penyiksaan dan pembunuhan,

Petrus adalah untuk mengeksekusi yang targetnya itu diluar jangkauan arti objek yang sulit dijangkau oleh orang-orang tertentu baik itu jauh maupun dekat, maka dalam hal ini Petrus adalah solusi penyelesaian masalah.

Hal ini banyak di dapat informasinya dari berbagai sumber mulai dari ;

Masa orde lama; Selama masa Orde Lama ada 6 bentuk peristiwa yaitu Nasakom, pembentukan MPRS, pembentukan DPAS, pembubaran DPRGR, manifesto politik, dan pengangkatan Presiden seumur hidup.

yang harus di ingat pada Masa orde baru; Krisis hukum pada masa Orde Baru juga tercermin dari berbagai praktik pelanggaran HAMPelanggaran HAM tersebut seperti pemberlakuan Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh, penumpasan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua, terjadinya kasus Marsinah, dan penculikan aktivis mahasiswa Reformasi.

Dalam perjalan Indonesia tidak luput juga kembali di ingat betapa kejamnya Politik yang haus dengan kekuasaan, dan perlu harus diketahui fakta yang zalim sekali di masa orde baru seperti; 1. Gerakan 30 September 1965, 2. Pembunuhan massal simpatisan PKI, 3.Diskriminasi terhadap masyarakat Papua, 4. Genosida di Timor Timur, 5. Petrus, 6.Pembantaian Santa Cruz, 7.Kerusuhan Mei 1998

Kedua hal tersebut diatas sudah banyak sekali orang-orang yang tanpa bersalah terbunuh dan ditindas, dan sangat banyak juga yang menjadi kambing hitam atau dituduh lalu disembelih, ada juga yang dikuliti, ada juga yang cincang-cincang, pada masa-masa tersebut diatas kekejaman yang terjadi sangat zalim sekali pada masa itu.

Sekarang apa bedanya dengan kedua hal tersebut diatas, sama hal nya yang dilakukan oleh buzzer pada masa zaman sekarang ini, hanya berbeda zamannya saja, beda buzzer adalah bila berbicara berbohong, buzzer bila berjanji mengingkari, buzzer bila dipercaya berkhianat, dan lebih banyak tugasnya itu dibayar hanya untuk mengfitnah atau menyebarkan berita HOAX,

padahal semua orang sudah tahu FITNAH LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN, namun fenomena ini sedang terjadi pada saat di Youtube lebih banyak jika kita lihat, maka dari hal itu pergunakanlah akal sehat sebelum hilang akal, mengapa demikian?!

Hal ini terjadi karena buzzer telah dibayar oleh para orang elit politik untuk membuat vlog video di youtube, facebook, dan lain sebagainya, untuk mempengaruhi masyarakat seakan benar adanya dengan apa yang disampaikan mereka. Padahal tidak demikian mereka yang justru merusak tatanan bangsa dan bernegara, dalam hal ini siapa yang disalahkan?

Banyak negara yang sudah hancur karena memanfaatkan buzzer sebagai pendukung untuk tujuan partai politik yang haus akan kekuasaan. Dalam hal ini buzzer termasuk sangat berbahaya dalam ranah publik menegakkan negara menuju kebaikan berbangsa dan bernegara sesuai dengan apa yang telah diamatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.

KORAN online Team Creative

Leave a comment